MAN 2 Jember Gelar Pembinaan Guru dan Karyawan, Perkuat Profesionalisme dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam
Jember, 14 Oktober 2026 – MAN 2 Jember menyelenggarakan kegiatan pembinaan guru dan karyawan pada Rabu (14/10/2026), bertempat di Aula Al-Hafidz MAN 2 Jember, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
Kegiatan pembinaan ini menghadirkan Dr. H. Imam Bukhori, M.Pd. sebagai narasumber, dengan mengangkat materi bertajuk “Bagaimana Menjadi Guru di Madrasah”.
Pembinaan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat profesionalisme, integritas, serta pemahaman terhadap nilai-nilai pendidikan Islam. Guru madrasah diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pendidik yang mampu membentuk akhlak, karakter, dan kepribadian peserta didik.
Pokok-Pokok Materi Pembinaan
Dalam pemaparannya, Dr. H. Imam Bukhori, M.Pd. menguraikan sejumlah prinsip penting yang menjadi karakteristik pendidikan di madrasah, di antaranya:
1. Pendidikan sebagai Ibadah. Menanamkan niat bahwa aktivitas mendidik, belajar, dan mengelola pendidikan merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
2. Hubungan Guru dan Murid Berlandaskan Mahabbah Fillah. Membangun hubungan antara pendidik dan peserta didik atas dasar kasih sayang karena Allah SWT.
3. Mengutamakan Akhlak dan Karakter. Menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan akhlak mulia agar ilmu membawa kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Penguatan Kecerdasan melalui Adab. Membiasakan adab dalam hubungan guru dan murid, proses pembelajaran, serta penggunaan media pembelajaran.
5. Keberkahan dan Kemanfaatan Ilmu. Mengarahkan pendidikan agar menghasilkan ilmu yang bermanfaat (ilmu nafi’), membentuk ketakwaan, dan memberikan manfaat dalam kehidupan.
6. Menjadikan Hati sebagai Fokus Pendidikan. Menjaga keharmonisan hubungan pendidik dan peserta didik melalui pembinaan hati serta penyucian jiwa (tazkiyatun nufus).
7. Pendidikan dengan Pendekatan Kasih Sayang. Mengedepankan pendekatan ‘ainir rahmah, yaitu pandangan penuh kasih sayang, serta menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.
8. Menyeimbangkan Ikhtiar dan Hidayah Ilahi. Memahami bahwa guru berkewajiban melakukan ikhtiar terbaik dalam mendidik, sedangkan hidayah merupakan kehendak Allah SWT.
9. Menanamkan Nilai Tauhid dalam Pendidikan. Mengembangkan sikap sabar, ikhlas, rida, dan tawakal dalam menghadapi berbagai dinamika pendidikan.
10. Membangun Sinergi Doa Seluruh Elemen Pendidikan. Memperkuat hubungan spiritual antara kepala madrasah, guru, peserta didik, orang tua, alumni, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pendidikan.
Selain kesepuluh prinsip tersebut, materi pembinaan juga menekankan pentingnya membentuk profil lulusan madrasah yang kuat, kompeten, amanah, saleh, dan berakhlak mulia. Pendidikan madrasah diarahkan untuk mengembangkan potensi akal, hati, fisik, dan pengendalian diri secara seimbang.
Guru sebagai Teladan di Madrasah dan Masyarakat
Pada bagian akhir materi, ditekankan bahwa guru profesional harus mampu menjadi sosok yang digugu dan ditiru. Keteladanan guru tidak hanya diwujudkan melalui kompetensi akademik dan kemampuan mengajar, tetapi juga melalui sikap, perilaku, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Guru madrasah memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai syariat, etika, dan norma sosial sekaligus menjadi contoh positif bagi peserta didik maupun masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan ini, MAN 2 Jember berharap seluruh guru dan karyawan semakin memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional, penuh tanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan visi MAN 2 Jember, yaitu “Terwujudnya Madrasah Berkualitas, Kompetitif Secara Global dan Berwawasan Lingkungan.”
