Deseminasi Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Jember
Deseminasi Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Jember
MAN 2 Jember melaksanakan kegiatan penguatan mutu pembelajaran melalui program Deseminasi Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 9–10 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Al-Hafudz.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 2 Jember, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin dinamis. Menurut beliau, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai pembimbing karakter dan inspirasi bagi peserta didik.
Kegiatan deseminasi menghadirkan narasumber Syahroni, S.Pd., M.Si., dengan Waka Kurikulum bertindak sebagai moderator.
Isi Materi Desiminasi
Pada kegiatan ini, pemateri memaparkan sejumlah gagasan strategis yang menjadi fondasi KBC, antara lain:
-
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Materi menyoroti kerangka kerja pembelajaran yang mengutamakan kompetensi berpikir tingkat tinggi, dimensi profil lulusan, serta pentingnya pengalaman belajar yang bermakna. Pola 8-3-3-4 yang diperkenalkan menjadi pijakan konseptual bagi guru untuk merancang pembelajaran yang lebih kaya dan bersifat transformatif. -
Virus Komunikasi yang Harus Dihindari
Guru diajak untuk menyadari delapan bentuk komunikasi negatif yang dapat menghambat proses belajar dan membangun jarak psikologis antara guru dan siswa, seperti memerintah, mengancam, menyalahkan, meremehkan, memberikan label buruk, hingga over-menasehati. -
Latar Belakang KBC dalam Pendidikan Modern
Disampaikan bahwa pendidikan kini berada dalam lanskap yang sulit diprediksi, ditandai dengan tantangan literasi, numerasi, keterampilan berpikir tinggi, bonus demografi 2035, dan tuntutan kompetensi masa depan. -
Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset)
Guru diajak menggeser pola pikir tetap ke pola pikir bertumbuh, agar tantangan, hambatan, kritik, dan kesuksesan orang lain menjadi ruang belajar, bukan ancaman. -
Profil Generasi Guru dan Siswa
Berdasarkan data BPS 2023, guru di Indonesia berada pada spektrum generasi Baby Boomer, X, Milenial, hingga Z. Pemahaman karakter generasi ini penting untuk membangun hubungan pembelajaran yang relevan dan manusiawi. -
Penyusunan ATP dan Tujuan Pembelajaran
Pemateri mengulas kembali teknik penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan tujuan pembelajaran yang sistematis dengan prinsip bertahap dari mudah ke sulit, sederhana ke kompleks, konkret ke abstrak, dan dekat ke jauh. -
Ciri Guru Generasi Baru
Guru diharapkan menjadi visioner, melek teknologi, mampu memahami karakter generasi Z dan Alpha, menumbuhkan keterampilan abad 21, serta menjadikan belajar sebagai proses sepanjang hayat. -
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Inilah inti dari deseminasi. Cinta dalam konteks pendidikan bukan sekadar afeksi emosional, melainkan energi untuk memanusiakan proses belajar. Cinta mendorong guru menghargai potensi, kesalahan, perbedaan ritme, dan perjuangan siswa. KBC mengajak guru untuk mengajar dengan ketulusan, membimbing dengan kesabaran, dan menilai dengan kearifan.
Makna Kegiatan
Melalui kegiatan deseminasi ini, guru memperoleh penyegaran konsep sekaligus penguatan praktik pembelajaran yang lebih kontekstual, adaptif, dan bermartabat. MAN 2 Jember berharap implementasi KBC dapat memperkaya ekosistem pendidikan yang lebih humanis, dialogis, dan penuh kebermaknaan.
Kegiatan ditutup pada hari kedua dengan refleksi dan tindak lanjut implementasi pada kelas masing-masing.
